Melalui glikolisis, glukosa segera terlibat dalam produksi ATP, Karbohidrat yang ada dalam diet sebagian besar adalah polimer heksosa, diantaranya yang paling penting adalah glukosa, galaktosa, dan fruktosa.
Begitu masuk ke dalam sel, glukosa secara normal difosforilasi untuk membentuk glukosa-6-fosfat, Enzim yang mengkatalisis reaksi ini adalah heksokinase. Kemudian dipolimerisasi atau dikatabolisme menjadi glikogen. Proses pembentukan glikogen disebut dengan glikogenesis, dan pemecahan glikogen disebut dengan glikogenolisis. Glikogen terdapat banyak pada jaringan tubuh, tetapi pasokan utama adalah hati dan otot rangka.
Pemecahan glikogen menjadi piruvat atau laktat disebut dengan glikolisis. Glikolisis berlangsung di dalam sitosol semua sel, glikolisis juga dapat bekerja tanpa oksigen.
glikolisis memerlukan : glukosa, 2 ATP, 2 ADP, 2PO42-, NAD+
dengan bantuan 10 enzim sehinga
glikolisis menghasilkan : 2 piruvat, 2NADH, 2H2O, 4 ATP
dengan kata lain proses glikolisis menghasilkan 2 ATP dan 2 buah piruvat yang akan dilanjutkan menuju siklus asam sitrat.
<" alt="" border="0" />—[if !vml]—>
<

—[if gte vml 1]>< ![endif]-->
Lalu Piruvat dikonversi menjadi asetil-KoA oleh piruvat dehidrogenase menjadi asetil CoA di mitokondria dengan menghasilkan 2 buah
NADH, pada saat aerob. Tetapi pada saat anaerob tubuh tidak dapat membuat NAD
+ dari oksigen, oleh karena itu
NADH harus di degenerasikan dengan membentuk laktat atau glikolisis akan terhenti. Akan tetapi laktat memerlukan oksigen ekstra untuk mengoksidasinya
Glukosa dapat dikonversikan menjadi lemak melalui asetil-KoA, tetapi bersifat irreversible.
Siklus asam sitrat adalah serangkaian reaksi untuk memetabolis asetil-KoA menjadi CO2 dan atom H. Asetil-KoA pertama kali dikondensasi dengan oksaloasetat, untuk membentu sitrat. Dalam sebuah rangkaian yang terdiri dari tujuh reaksi berurutan, 2 molekul CO2 dikeluarkan sehingga terbentuk lagi oksaloasetat. Siklus asam sitrat memerlukan O2 dan tidak berfungsi pada kondisi anaerobik. Reaksi ini menghasilkan : 2 GTP, 6 NADH, 2 FADH2